SELAMAT DATANG DI SITUSNYA ORANG KLATEN

Senin, Januari 24, 2011

DI USIA T U A (M.A.M.A)

*Note : From NetHe's Email



Saya mengkategorikan mama saya sebagai “bertambah tua bertambah bijaksana”.
Mama mengajar melalui teladan, bukan sekedar kata-kata. Apa yang dia ajarkan
adalah apa yang juga dia lakukan. Saya share beberapa diantaranya:

* Tentang Hidup
- Mama sering berkata: ”Hidup sebagai manusia ini bisa berapa tahun seh?
Mengapa harus diisi dengan kesedihan, kemarahan dan emosi negatif lainnya? Mama
saya memang ”memilih” untuk joyful, memandang semua hal dari sisi positif.

- “Hidup adalah seperti roda yang berputar. Ketika di atas tidak perlu
sombong”
Mama terlahir di keluarga yang sangat kaya di kampungnya, sebelum kemudian kakek
saya jatuh miskin karena pelarangan bisnis kecil di desa zaman Soekarno dan
rencana pulang Tiongkok. Menikah dengan ayah saya yang ekonomi super duper
pas-pasan sebelum kemudian perlahan-lahan membaik. Mama mengalami sendiri semua
itu dan menyimpulkan “uang memang datang dan pergi, tidak perlu melekat padanya”
* It is OK – No Big Deal
Diantara orang yang saya kenal dengan baik, Mama adalah orang yang paling mudah
dilayani.

- Mama tidak mengeluh, baik tentang perjalanan hidupnya (yang penuh
perjuangan), tentang kami –anak, menantu, cucunya-, tentang kondisi dan
situasi.

- Diajak makan enak Ok, makan sederhana sekali OK, bahkan nasi putih
dengan garam atau nasi putih berkuah air putih pun OK.
Mama saya praktek makan vegetarian sehari sekali saat malam. Kadang pada kondisi
dimana makanan vegetarian tidak bisa didapat, Mama makan nasi putih berkuah air
putih, tetap dengan hati yang senang.
- Tinggal di manapun OK. Apapun fasilitas yang tersedia. Ranjang empuk
ataupun tidur di lantai bagi Mama sama saja. Dia bisa semuanya, dan tetap
bahagia.

- Naik mobil yang nyaman OK, diajak naik mikrolet, bus, bajaj ataupun
jalan kaki semuanya OK. ”Yang penting kan sama-sama sampai” katanya.
- Cuaca dingin OK, cuaca panas OK, keringatan OK, ber-ac juga Ok.
- Ada kesempatan jalan-jalan OK, stay di rumah saja juga OK.
Karena itu kami paling suka mengajak mama ke manapun. Dia bisa enjoy semua
tempat dan situasi tanpa mengeluh.
* Tentang Pekerjaan
- Mama bisa sibuk seharian mengerjakan semua yang perlu dikerjakan
dengan hati yang riang. Tetapi jika perlu bersantai, Mama bisa bersantai dengan
riang juga.

- Mama tidak pernah menyuruh kami untuk melakukan apapun. Hidup bersama
Mama adalah latihan mengambil inisiatif. Kalau kami bermalas-malasan, pura-pura
tidak tahu dsb, Mama juga tidak akan menyuruh kami melakukan, akan dikerjakan
sendiri olehnya. Tetapi jika kami berinisiatif turun tangan, Mama selalu
menerima dengan senang hati. Tidak peduli hasil pekerjaan itu nantinya akan
lebih jelek daripada kualitas yang bisa Mama hasilkan sendiri. Mama akan
tersenyum dan bilang ”Yang penting adalah inisiatif”.
- Di luar semua hal yang ”harus” dikerjakan, Mama masih selalu
menyempatkan diri untuk berkreativitas, mengajarkan kami membuat mainan dari
kaleng bekas misalnya ataupun membuat kura-kura dari kulit jeruk bali.Waktu
luangnya sekarang banyak dihabiskan dengan bermain Sudoku.
* Tentang Sakit Fisik
Sakit fisik bukan halangan bagi Mama. Kami hampir tidak pernah tahu kapan Mama
sakit karena jangankan mengeluh, perubahan raut mukapun nyaris tidak terlihat
(Mama juga tidak pernah sakit sampai yang tidak bisa bangun). Dia bisa tetap
melakukan semua aktivitas senormal-normalnya meskipun baru jatuh dari motor dan
tangannya tidak bisa diangkat tinggi-tinggi, bahkan ketika tangannya sempat
patah tulang dan masih dalam perawatan dia tetap bisa beraktifitas tanpa
ketahuan patah tulang oleh kerabat kami.

* Tentang Berbicara
- Mama tidak menggosip. Mama mengajarkan kami, jika misalnya kami berada
dalam situasi di mana semua orang di sekeliling bergosip, kami selalu punya
pilihan untuk beranjak dari sana dan tidak ikut bergabung. Mama tidak pernah
menggabungkan diri dalam gosip antar tetangga. Kadang tetangga yang datang
cerita-cerita di rumah. Mama hanya mendengarkan tanpa komentar. Cukup sering
terjadi dua pihak yang bertengkar, dua-duanya datang cerita ke mama versi
masing-masing. Dan Mama? Hanya mendengar, tidak berkomentar apapun.
- Dulu ketika kami kecil, ketika Mama merasa perlu menceritakan kepada
kami situasi yang menimpa tetangga kami (Misal tetangga mabuk-mabukan atau
beristri banyak dsb), Mama selalu berkata dengan jelas “Aku menceritakan ini
kepada kalian adalah supaya kalian tidak seperti itu. Itu akan membuat semua
orang menderita”. Mama tidak ingin kami salah persepsi bahwa “kok malah diajari
bergosip?”

* Tentang Kesalahan dan kesalahpahaman
- Jika kami berbuat salah dan dimarahi orang lain (tetangga misalnya)
Mama meminta kami untuk diam, tidak boleh membalas kata-kata tetangga, terima
saja ya karena memang salah.
- Jika salah dan telah sadar, perbaiki. Tidak perlu berkubang dalam rasa
penyesalan”.
- Ketika orang salah paham dengan Mama, Mama memilih diam. Dulu aku
tidak paham dan sering berdebat dengan Mama soal ini. “Kenapa ga dijelasin? Mama
kan ga salah” Mama hanya berkata “Sudahlah. Langit dan bumi tahu aku tidak
bersalah. Makin dijelasin akan makin ruwet”. Case closed.

* Tentang Emosi (Marah)
- Mama tidak marah-marah. Jika berbuat salah, kami diberikan pengertian,
bukan dimarahi. Keponakanku cerita bahwa “Pho-Pho tidak pernah marah walaupun
aku nakal. “Kemarahan” Pho-Pho terbesar adalah ketika aku melompat dari ranjang
bertingkat”. Karena penasaran kami bertanya “Marahnya seperti apa? “Pho-Pho
berteriak –STOP-”
* Tentang Pendidikan
- Mistake is normal
Setiap kesalahan dalam proses pembelajaran selalu diterima Mama. Ketika gelas
pecah misalnya, Mama hanya akan bertanya ”Terluka ga?” dan kemudian membereskan
pecahannya. Ketika dulu aku belajar memasak dan menghanguskan peralatan dapur +
hampir kebakaran, Mama hanya menasehati lain kali hati-hati dengan api. Bagi
mama, inisiatif dan keinginan belajar adalah yang terpenting. Barang – barang
yang rusak bisa dibeli lagi, tapi matinya inisiatif susah untuk dihidupkan
kembali.
- Setiap anak adalah unik.
Kami 7 bersaudara dengan kemampuan dan minat beda dan Mama tidak pernah
membanding-bandingkan kami. Adikku yang cowo dulu untuk naik kelas susah payah
karena memang ga interest dengan pelajaran sekolah, tetapi dia pandai
menggambar. Mama tidak pernah membandingkan dia dengan kami yang lebih mudah
naik kelas. Sebaliknya sambil memintanya belajar lebih giat, Mama focus
mengembangkan kemampuan menggambar adikku.

- Mama menekankan praktek. Ketika kami belajar ipa tentang tumbuhan dan
hewan, Mama mengajak kami menetaskan anak ayam, menanam padi, jagung, kacang
tanah, nenas, dan berbagai tanaman lain di pekarangan rumah. Meminta kami
praktek daripada mati-matian hafal teori.
- Mama senang mendongeng. Anak-anak di gang kami semuanya sangat suka
dongeng Mama. Sambil mendongeng juga bisa mengajarkan moral hidup. Keuntungan
lain, semua anak di gang sangat akrab dengan Mama. Jika ada masalah di sekolah
cerita dulu ke Mama dan belum tentu cerita ke orang tua mereka.

* Tentang Faith
Dari perjalanan hidupnya, Mama memiliki faith yang sangat mendalam pada
Avalokitesvara. Sehingga sambil bercanda kami sering bilang, faith itu sudah
merasuk ke setiap sel dan sumsum tulang Mama. Mungkin karena itu Mama has much
less worries and much much less fear.

* Tentang Mindfulness
Jauh sebelum aku mengenal kata ‘Mindfulness” dan cuap-cuap ke Mama soal ini
- Sedari kecil setiap naik tangga, mama selalu menyadarinya dan
menghitung langkah demi langkah, sehingga untuk tangga yang sering dilewati,
Mama hafal jumlah anak tangganya.
- Juga ketika menimba air. Mama sadar harus berapa kali menarik tali
sehingga ember muncul persis di mulut sumur. Sehingga Mama bahkan bisa menimba
air dengan mata tertutup. Begitu juga kegiatan-kegiatan lain yang bisa
“dihitung”.
- Ketika makan, Mama menyadari rasa, struktur makanan, wangi dan proses
menelannya. Sehingga ketika aku share soal meditasi makan di retret, Mama
berkata ”Makan memang begitu, kan?”
- Jika kami ingin bercerita, Mama akan menghentikan sementara kegiatan
yang sedang dilakukan dan menghadirkan diri full mendengarkan kami, seolah-olah
cerita kami –walaupun sepele- adalah cerita terpenting di dunia. Begitu juga
kalau kami meneleponnya.
* Tentang Forgiving dan Letting Go
- Dulu kami sangat miskin, rumah bocor dimana-mana tetapi tidak punya
uang untuk memperbaikinya. Mama ikut sebuah arisan dengan harapan uang tersebut
bisa untuk membeli beberapa lembar seng menambal atap yang bocor. Tetapi uang
tersebut dilarikan oleh pembuat arisan. Ketika tetangga marah dan mengutuki
pembuat arisan, Mama hanya berkata ”Mungkin memang aku berhutang pada dia di
masa lalu. Ya sudah, itu buat bayar dia saja. Jika memang bisa memperbaiki
rumah, kelak akan terkumpul uang juga”. Dan memang setelah itu usaha Papa
semakin maju sehingga tidak hanya membeli beberapa lembar seng, Papa bahkan bisa
memperbaiki dinding rumah – yang memang juga bolong-bolong dan sudah ditambal
dengan kertas kalender dimana – mana-

- Mama tidak mendendam. Orang yang dulu salah paham dengan Mama dan
setelah puluhan tahun akhirnya sadar dan mencoba membangun komunikasi kembali
akan diterima seperti layaknya teman lama.
- Mama hanya share cerita hidupnya jika dirasa itu perlu untuk mendidik
kami. Di luar itu Mama memilih menyimpannya sendiri. Kadang-kadang ketika aku
mencoba mengorek cerita kehidupan dia, pencapaian dia atau sambil bercanda
kubilang akan kutulis biografi dia, Mama hanya berkata “Buat apa, itu sudah
berlalu (past)”
* Tentang Mati
Mama tidak takut mati. Mama bilang itu seperti tidur di malam hari dan tidak
terbangun lagi di pagi harinya. Mama hanya berharap tidak sakit-sakitan dan
merepotkan orang di akhir hidupnya. Beberapa tahun belakangan ini Mama malah
mendiskusikan secara terbuka mengenai kematian. Tentang keinginannya
menyumbangkan organ badan untuk penelitian medis, tentang kremasi dan abunya
ditabur di laut saja supaya kalaupun kami tidak sempat pulang sembahyang kubur
juga ga apa – apa. Diskusi yang ”mengerikan” bagiku, karena hati ini sangat
tidak siap dengan topik tersebut.

"Continue even when it is hard to go on,
release even when it is hard to let go,
endure even when it is hard to bear,
this is how we build our character."
~Master Zheng Yan

Kamis, Januari 13, 2011

Pondok Pesantren

Ini adalah gambar rencana pengembangan lokasi pondok pesantren "INSAN KAHURIPAN" yang terletak di Kampung Cibeber I Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapa Nunggal , Cieulengsi Bogor. Saat ini kami dalam rencana pembebasan tanah seluas 7600M2 dengan harga per meter Rp. 350.000 (tigaratus lima puluh ribu rupiah).
"Barang siapa membangun masjid untuk Allah Swt walaupun sebesar kandang burung Allah akan buatkan istana di Surga"(Al Sihab&Al Sarroz)
Kami mengajak kaum muslimin untuk memberikan zakat, infak,dan wakaf.

Selasa, Januari 04, 2011

KEHIDUPAN YANG MANIS

Shakespeare menyatakan : gula walaupun dikasih nama lain pun rasanya tetap manis. Gula mungkin dapat terasa manis, tetapi sama sekali bukanlah zat yang berbahaya bagi sebagian orang yang percaya, terutama dalam dosis tinggi. Rata-rata orang Amerika Utara mengkonsumsi gula 149 pon gula setiap tahun. Bahkan jika anda jarang mengkonsumsi makanan penutup, anda mungkin akan terkejut mengetahui bagaimana gula itu masuk ke dalam makanan anda. Tentu saja mereka ada dalam tempat-tempat yang sebenarnya terlihat, seperti minuman ringan, es krim, kue dan bolu.
Nancy Appleton, pengarang buku terlaris “Lick the sugar Habit” mengidentifikasikan beberapa sumber gula yang jarang diketahui. Bagaimana hamburger yang anda makan minggu lalu? Mengejutkan, dagingnya di injeksi dengan cairan gula untuk menghindari penyusutan. Penjual daging memberikan konsumsi gula kepada hewan ternaknya sebelum ke tukang jagal, hal ini meningkatkan warna dan rasa pada daging, setidaknya menurut industry makanan. Rata-rata botol atau jus kemasan bisa saja tidak mengandung setetespun jus dari buah-buahan. Lebih sering , botol itu beris gula, zat pewarna, dan rasa buatan untuk memberikan rasa alami jus buah tersebut.Disebagian besar makanan kemasan mengandung gula, dan salmon dilapisi dengan cairan gula sebelum dikalengkan.Gula dipakai dalam proses paket daging, bacon, dan daging kalengan. Gula juga sering ditemukan pada beberapa barang seperti kacang yang di panggang kering. Selai kacang dan beberapa sereal kering (bahkan yang di sebut makanan kesehatan) mengandung gula. Ini mungkin akan mengejutkan anda bahwa beberapa garam juga mengandung gula! Hampir setengah bagian dari kalori yang ditemukan pada kebanyakan saos seperti saus mengandung gula.
Gula murni, dalam dosis besar yang kita konsumsi, mungkin adalah satu racun terburuk yang kita masukkan ke dalam tubuh.Gula menghalangi respon kekebalan tubuh anda selama empat sampai enam jam. Ini berarti tubuh anda akan mengalami penurunan dan menjadi mangsa bagi ribuan virus, bakteri dan penyakit infeksi lainnya yang ada dalam lingkungan dan tubuh kita selama waktu tersebut.Pertanyaanya adalah bagaimana bisa orang menyalahkan pada sesuatu yang terlihat dan terasa sangat manis tersebut. Bukankah kita sangat menyenangi rasa manis????????
Bersambung……….

Senin, Desember 06, 2010

Sing kong ku Sayang

SINGKONG MENYEHATKAN PENCERNAAN
Singkong adalah umbi berpati yang memeiliki kulit menyerupai pohon tebal dan berdaging putih creamy. Karena berkullit mirip kulit pohon, umbi ini dinamai juga ketela pohon. Ada dua jenis singkong : singkong pahait dan singkong manis. Kedua-duanya mengandung asam hidrosianat yang bersifat racun. Singkong pahit mengandung asam hidrosianat lebih banyak di banding singkong manis.
Nilai Gizi
Dari segi gizi, singkong yang belum di masak menyediakan energy atau kalori, karbohidrat, protein lemak, dan fosfor lebih rendah daripada beras. Setiap 100 gram singkong yang belum di masak menyediakan energy 154 Kal, karbohidrat 36,8 g, serta protein, lemak dan fosfor berturut-turut hanya 1 g, 0,3 g, dan 24 mg. Sementara setiap 100gram beras giling yang belum di masak menyediakan energy 368 Kal, karbohidrat 78g, serta protein, lemak dan fosfor masing-masing 8,6 g, 1,2 g, dan 215 mg. Itu berarti beras giling memasok kalori 2,4 kali , karbohidrat 2 kali, protein 8,6 kali, lemak 4 kali, dan fosfor 9 kali lebih tinggi di bandingkan singkong. Namun setelah dikukus hanya kadar protein dan fosfor beras yang masih lebih tinggi daripada singkong. Sementara kandungan energy, karbohidrat dan lemak singkong dan beras giling menjadi tidak berbeda. Walau masih lebih tinggi, konsentrasi protein dan fosfor beras giling berukuran lebih besar di bandingkan singkong . Kadar protein dan fosfor nasi kukus berturut-turut tinggal 2,9dan 1,8 kali lipat singkong kukus. Jadi setelah di kukus nilai gizi singkong Cuma kalah dengan nasi untuk kandungan proteindan fosfor. Dalam hal serat dan kalsium singkong bahkan lebih kaya daripada beras. Singkong yang belum di masak mempunyai konsentrasi serat dan kalsium masing-masing 0,9 g dan 77 g, sedangkan beras giling yang belum di masak mengandiung serat dan kalsium masing masing 0,4 g dan 64 g. Itu berarti singkong lebih sarat serat di bandingakan dengan beras. Ketika di olah tepatnya dikukus dan dibuat tapai, kadar serat singkong malah makin meningkat . Sesudah di kukus kandungan serat singkong menjadi 1,3 g, kemudian meningkat lagi menjadi 2,0 g setelah di buat tapai. Sebaliknya konsentrasi serat beras giling sesudah di kukus menjadi 0,2 g; turun 50 persen.
BAIK UNTUK PENCERNAAN
Serat adalah zat yang tahan terhadap pencernaan dan penyerapan pada usus halus kita. Serat melewati pencernaan tanpa di pecah sama sekali. Lantaran tak dapat di cerna tak bisa memberi kontribusi gizi terhadap tubuh, serat dapat meningkatkan volume tinja sehingga membuat buang air besar lebih efisien, yang dapat mengurangi beberapa gangguan pencernaan. Bagi orang –orang yang mempunyai kelebihan berat badan , singkong baik di konsumsi sebagai pengganti nasi karena seratnya yang lebih tinggi daripda beras dapat membuat lebih lama kenyang.
From : Rahasia Sehat dengan makanan berkhasiat

Minggu, Desember 05, 2010

MAKANAN YANG MEMBAKAR LEMAK

Hati adalah organ utama yang membantu tubuh Anda dalam memetabolismekan lemak. Jika Anda kelebihan berat badanatau memiliki beberapa gumpalan lemak pada perut, anda akan sangat berbahagia apabila dapat meluruhkannya, Anda dapat meningkatkan pembakaran lemak pada detoksifikasidengan menambah makanan yang akan membantu hati Anda untuk membakarnya lebih baik lagi. Ada beberapa makanan yang baik untuk melawan lemak, pilihlah salah satu daripilihanku dari dua belas tingkatan teratas.

12 makanan terbaik pembakar lemak
1.Oatmeal (bubur gandum): karbohidrat yang komlek ini secara lambat di cerna dan membantu menjaga tingkat gula darah yang stabil dan juga menjaga anda merasa kenyang, penelitan membuktikan bahwa mengkonsumsi bubur gandummenurunkan keinginan seseorang untuk memakan makanan berlemak. Pastikan bahwa anda tidak memakan yang siudah di beri gula.
2.Sayuran Hijau : bayam, campuran sayuran-sayuran, mustard hijau, dan sayuran hijau gelap merupakan sumber serat dan nutrisi yang baik. Penelitan menunjukan bahwa konsentrasi vitamin dan anti oksidan yang tinggi membantu mencegah ras lapar dan juga melindungi anda dari penyakit jantung, kanker , katarak, dan hilang ingatan.
3.Buah Zaitun dan Minyak Zaitun : kaya akan lemak yang sehat, membantu menurunkan keinginan untuk makan makanan siap saji dan menjaga anda tetap merasa kenyang. Penelitan menunjukkan bahwa lemak jenuh yang terdapat dalam makanan di atas membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
4.Kacang-kacangan : sumber serat terbaik dari semua makanan, membantu menstabilitasi gula darah secara teratur. Tinggi akan Kalium, mineral penting yang dapat menurunkan dehidrasi dan resiko terhadap tekanan darh tinggi dan stroke. Kacang-kacangan terutama kacang kedelai penting untuk membakar lemak. Isovlafon di temkan pada kacang kedelai yang bergerak memecah lemak yang tersimpan.Pada satu penelitian , bagi yang mengkonsumsi sejumlah besar kacang kedelai memiliki efek menurunkan berat badan tiga kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsinya.
5. Bawang putih dan 6. Bawang merah : makanan lezat ini mengandung zat fitokimia yang memecahkan tumpukan lemak di dalam tubuh, dan memecah kolesterol, membunuh virus, kuman dan jamur, dan mencegah dari penyakit jantung.
7. Tomat : mengandung vitamin C dan zat vitokimia likopen, tomat merangsang produksi dari asam amino yang dikenal, sebagai karnitin.Penelitan membujtikan bahwa karnitin membantu menambah 1/3 kecepatnnya dalam pembakaran lemak tubuh. Likopen adalah anti oksidan yang paling ampuh yang diketahui menunjukkan penurunan resiko terhadap penyakit jantung sebanyak 29 persen.
8. Kacang : Kacang mentah yang tidak di garami menyediakan lemak yang esensial di tubuh anda yang membantu membakar lemak. Kandungan nutrisi yang tinggi juga menurunkan resiko serangan jantung sebanyak 60 persen. Penelitan membuktikan bahwa mengkonsumsi kacang se efektif obat penurun kolesterol yang menurunkan tingkat kolesterol yang tinggi dan lagi rasanya yang enak tidak mempunyai efek saping sama sekali.
9. Cabe Rawit Merah : bumbu yang pedas ini menurunkan resiko kelebihan hormon insulin di dalam tubuh dengan mempercepat metabolisme dan mmenurunkan glukosa darah, sebelum kelebihan insulin dapat menghasilkan penyimpanan lemak.
10. Kunyit : mengandung beta karotin tinggi, sang anti oksidan yang membantu melindungi hati dari kerusakan radikal bebas . Kunyit juga membantu menyembuhkan hati dan membantu tubuh anda memetabolisme lemak dengan menurunkan simpanan lemak di dalam sel hati.
11. Kayu manis : Peneliti departemant agriculture Amerika menunjukkan bahwa seperempat hingga satu sendok teh kayu manis pada makanan akan membantu metabolisme gula hingga duapuluh kali lebih baik di bandingkan dengan makanan yang tidak mengandung kayu manis.Kelebihan dari gula di dalam darah akan menyebabkan penyimpanan lemak.
12. Biji Rami dan minyak biji rami : Biji-bijian ini dan minyaknya akan mengikat racun yang larut dalam lemak yang terkunci dlam jaringan lemak dalam tubuh sehingga mereka dapat di keluarkan.
From : Michlle Schoffro Cook, DNM, DAC, CNC

Minggu, Februari 07, 2010

Siapa Yang Salah

Sistem pendidikan konon dibangun oleh tiga aktor. Bisa saja disebut segita pendidikan. Begitu juga di tingkat sekolah dasar (SD). Tiga aktor itu adalah guru (sekolah), orang tua (keluarga), dan siswa SD itu sendiri.

Fakta menunjukkan bahwa siswa SD lebih banyak dijadikan obyek dari pada subyek dalam sistem itu. Misal saja, seorang siswa SD mendapatkan nilai 5 untuk matematika. Maka tanpa disadari, yang disalahkan dalam sistem itu adalah si siswa. Entah karena dia sulit untuk diajari, malas tidak mau belajar, bandel, tulisannya jelek, dan lain-lain kata-kata yang memojokkan si siswa itu. Kata-kata yang menunjukkan bahwa yang salah adalah si siswa itu.

Inilah kesalahan terbesar, bahwa yang disalahkan dalam sistem itu adalah si siswa. Karena yang salah adalah si siswa maka si siswa itu harus dibenarkan.
Berbagai cara dilakukan untuk upaya ini. Misalnya, menambah jam belajar untuk para siswa yang mengemuka dalam berbagai bentuk: panggil guru les privat, ikut bimbingan tes, tambahan jam pelajaran di sekolah. Cara lain adalah memperlakukan anak “lebih keras”, dalam bentuk orang tua memarahi anak, guru memarahi siswa, dsb.. Dengan kata lain : anak dihukum. Ada banyak fakta akibat negatif, bahkan akibat amat fatal, karena fokus pada kesalahan si siswa ini.

Jarang terpikirkan bahwa yang salah adalah guru atau orang tua. Apa buktinya? Jarang ada guru “dihukum”, jarang ada orang tua “dihukum”, karena nilai matematika siswa 5. Mengapa demikian? Karena siswa yang lain ada yang mendapat nilai matematika 10, atau 9 dan seterusnya. Karena siswa yang lain bisa mendapat nilai matematika lebih dari 5, dan ada satu atau lebih siswa mendapat nilai matematika 5, maka yang salah adalah si siswa. Bukankah begitu alur pikirnya?

Anak yang mendapat nilai matematika 5, jarang yang mencari akar penyebabnya.
Pencarian penyebab masalah biasanya berhenti pada “karena anak malas belajar matematika” atau “anak ini memang sulit mempelajari matematika”. Kedua sebab ini jarang yang membuktikan “apa benar karena dua sebab ini”, maka anak mendapat nilai 5?

Mari dicoba dilihat dari persepsi yang lain. Apakah tidak mungkin masalah di atas dikarenakan karena gaya belajar siswa tidak sama dengan gaya belajar guru atau orang tua.

”Gaya belajar” adalah segala sesuatu yang mempengaruhi cara kita menyerap dan memproses informasi, ditambah cara kita berpikir dan berkomunikasi.
(Bobbi DePorter & Mike Hernacki).

Siswa yang diajar dengan gaya belajar yang sesuai dengan gaya belajar mereka terbukti telah meningkatan dalam sikap belajar, meningkatkan toleransi terhadap gaya belajar yang berbeda, dan meningkatkan prestasi akademik.
(Rita Dunn).

Hanya 30% para siswa yang berhasil mengikuti pelajaran di kelas. Para siswa ini memiliki gaya belajar yang sesuai dengan gaya belajar yang sering dijalankan oleh guru didalam kelas. Sisanya atau 70% mengalami kesulitan mengikuti pelajaran di kelas. Para siswa yang kesulitan ini memiliki gaya belajar yang lain, yang tidak sesuai dengan gaya belajar yang sering diterapkan di ruang kelas. (Gordon Dryden dan Jeannet Vos)

Kami, dari “global talent” mencoba meningkatkan prestasi akademik siswa dengan sudut pandang gaya belajar itu. Jadi yang kami lakukan adalah menemukan gaya belajar siswa, lalu guru atau orang tua HARUS MENYESUAIKAN GAYA MENGAJARNYA sesuai gaya belajar anak itu. Kami menyebutnya dengan “Talent Coaching”. Para peserta adalah para orang tua siswa dan para guru.
Di sinilah akan muncul keseimbangan segitiga tadi : bahwa si siswa bukan obyek tetapi subyek. Ketiga elemen tadi akan benar-benar menjadi subyek.
Nah, karena masih SD (kelas 1 sampai kelas 6), maka kami tidak langsung berinteraksi dengan si siswa. Kalau kami langsung berinteraksi dengan si siswa itu akan menambah ruwet sistem pendidikan, karena elemennya akan bertambah satu, yakni kami (Global Talent). Kami akan berinteraksi dengan para orang tua atau para guru.

Mudah-mudahan Allah SWT memberi ampunan, rahmat, dan ridlo kepada kita semua..aaamiiin
----------
Musrofi